Tentang Boikot Facebook 20 Mei 2010 (kemarin)

                Beberapa hari belakangan, aku mendapat pemberitahuan melalui akun facebook (FB) -ku mengenai penyelenggaraan “Draw Muhammad Day.” Kalau aku tidak salah ingat, Rabu tanggal 19 Mei 2010 bertepatan dengan 05 Jumada Tsani 1431,  notifikasi yang datang mengajakku untuk ikut serta dalam upaya memboikot facebook dengan cara tidak membuka akun pribadiku pada tanggal 20 Mei 2010. Awalnya, aku memang merasa tertarik dan tertantang untuk ikut serta –sebuah luapan emosi dari seorang muslim yang tidak sempurna– walaupun akhirnya semua hanya berakhir sebagai niat sekejap. Toh pada akhirnya semalam aku masih asyik membuka akun fb-ku.

Tulisanku ini bisa dianggap sebagai upaya penjelasan tentang mengapa aku pada akhirnya tidak turut berpartisipasi, bisa juga dianggap sebagai sharing pemikiran sederhanaku, bisa juga dianggap sebagai tulisan iseng buat ngisi blog pribadiku, hhe… [Terus kenapa? Ga usah kelamaan deh] maaf, maaf.

                Menurutku, aksi boikot bukanlah solusi yang nyata, aksi ini hanyalah hasil pemikiran-pemikiran sempit dari sejumlah orang dalam mengatasi persoalan semacam ini. Mungkin kata-kataku terlalu kasar, tapi sebenarnya apa yang kita dapatkan dari aksi boikot ini? Sekalipun ada, pengaruhnya sangat kecil, hanya upaya untuk memperoleh kepuasan diri mungkin.

                Selain itu, hal semacam ini termasuk dalam kategori perang media. Sayangnya banyak dari kita yang begitu mudah terpancing amarahnya dengan isu-isu semacam ini, dan tahukah kita kalau memang itulah tujuan mereka –membuat kita marah–, dan mereka berkali-kali berhasil. Sedangkan kita [mau-maunya] hanya menjadi kerbau yang dicucuk hidungnya plus menjadi bahan tertawaan mereka. Lebih dari itu, coba kita pikirkan lebih jauh, bukankah dengan ikut aksi boikot, secara tidak langsung kita telah membuka jalan bagi mereka untuk lebih bebas mengekspresikan opini-opini yang tidak pada tempatnya mengenai Islam dan Nabi Muhammad saw dalam media-media sosial semacam fb ini.

                Tidakkah kau juga tahu, dengan aksi menyebarkan ajakan boikot ini, secara tidak sadar kau justru telah menyebar-luaskan virus rasis ini, alih-alih menghentikannya. Coba bayangkan ketika kau berbagi tautan (link) dengan teman atau grup-grup Muslim, bukankah engkau justru telah ikut serta mempublikasikan virus ini. Hal yang menggelikan bukan, memang niat itu penting, seperti yang sering didengungkan Inna mal ammalu binniat” namun terkadang niat baik saja memang tidak cukup untuk memperoleh hasil yang baik.

                Intinya, aksi boikot menurutku bukanlah sebuah solusi, dengan boikot kita tidak menghilangkan akar permasalahannya. Kita cuma memperkeruh masalah yang ada.

                Bukankah hal-hal semacam ini seharusnya menjadi bahan muhasabah bagi diri kita masing-masing? Setidaknya kita perlu melakukan refleksi mengapa hal-hal seperti ini bisa terjadi, adakah andil kita didalamnya. Bukankah lebih baik bila media fb ini kita gunakan untuk melakukan kegiatan yang positif, yang mampu mengangkat nama Islam di dunia?

                Jadilah aku memutuskan untuk tidak ikut serta dalam program boikot tersebut.. Disini, aku hanya ingin mengajak kita berpikir lebih jernih, jadi maaf apabila banyak kalimat yang kurang berkenan.

Arcadia Syahdan Ghiffary, -cahaya dari utara-
berharap menjadi petunjuk dan pembimbing cahaya
Depok, 07 Jumada Tsani 1431/ 21 Mei 2010
arcadiafayzaleviaathfal.tumblr.com

  05:04 pm, by arcadiafayzaleviaathfal  Comments



Notes