kemarilah sahabat, dan berjalanlah disampingku untuk beberapa saat
disengaja atau tidak, jalan kita adalah satu untuk saat ini
kawan ataupun lawan, bodoh ataupun jenius, tua maupun muda
engkau adalah sahabatku, untuk saat ini
untuk hidupku, dan untuk waktu-waktu diantaranya
kita mungkin tidak sendirian di jalan ini
kita mungkin akan bertemu dengan orang lain
satu, sedikit atau banyak, yang juga sedang mengembara seperti kita
aku sadar suatu saat nanti jalan kita akan terpisah,
yang akan membawamu menuju takdirmu sendiri
sebagaimana aku mencari takdirku
tanpa tahu apapun yang ada diujung jalan sana
ketahuilah sahabat, saat kita terpisah ruang dan waktu
aku senantiasa mendoakan kebaikan atasmu
namun sekarang, aku bersyukur memilikimu sebagai sahabat
yang memberiku kehidupan diantara waktu-waktu kala aku…
aku berjalan sendirian
kemarilah sahabat, dan berjalanlah disampingku untuk beberapa saat
dan selama kita melangkah bersama, marilah kita berbincang, tertawa dan tersenyum
untukmu sahabat
“After God, you are the second most precious assets of mine”
-sindroma hari-hari terakhir perkuliahan-

